Pelari-pelari Marathon | 2: Hellen Keller, The Miracle Worker.

jika kau merasa besar,

periksa hatimu mungkin ia sedang bengkak

jika kau merasa suci,

periksa jiwamu mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani

jika kau merasa tinggi,

periksa batinmu mungkin ia sendang melayang kehilangan pijakan

jika kau merasa wangi,

periksa ikhlasmu mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dan dibakar riya’.”

Nikmat sehat adalah salah satu dari 5 perkara yang diingatkan oleh Rasulullah untuk digunakan sebaiknya-baiknya dan disyukuri sesungguh-sungguhnya. Perkara sehat kerap kali terlupa ketika kita sehat, disesalkan ketika sakit datang mendera. Maka, mengunjungi orang sakit bisa menjadi pengingat bagi orang seperti saya ini yang sering terlupa atas nikmat sehat.

Perkara sakit tidak hanya berlaku pada fisik semata, namun juga didapati pada hati dan jiwa. Hati dan jiwa yang meradang karena sakit sering tidak disadari alih-alih dirasa. Maka mengecek hati dan jiwa harus terus menerus dilakukan. Seperti yang pernah diungkap pada leading salah satu tulisan berjudul “Awang-awang” dari buku Dalam Dekapan Ukhuwah oleh Salim A.Fillah yang saya cantumkan di atas.

Thank God

Mensyukuri nikmat sehat baik fisik maupun jiwa merupakan bentuk syukur itu sendiri. Memberdayakan nikmat tersebut untuk menjadi perantara pengingat bagi yang lain ataupun menjadi perantara penolong bagi yang lain adalah kebaikan yang berlaku sebagai bumerang: berbalik menuju kepada pelemparnya. Karena akan ada saat dimana kita akan menjadi pesakitan yang membutuhkan kesembuhan.

Pentingnya melihat kondisi diri dan orang lain untuk dibandingkan rasa-rasanya diperlukan sebagai pengingat, yang semoga bermuara pada rasa syukur. Adalah seorang Helen Adam Keller, wanita yang merupakan seorang penulis, aktivis dan juga seorang dosen. Pemenang dari Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award ini serta peraih segudang prestasi lainnya. Oiya yang terlupa, dia adalah seorang tunanetra. Dan satu lagi, dia adalah seorang tunarungu: Sekaligus.

Apakah Helen Keller ini adalah tokoh dongeng atau rekaan semata? Bukan, wanita ini  adalah tokoh sejarah yang telah hidup  pada rentang tahun 1880 hingga tahun 1968 (lahir di Tuscumbia, Alabama, 27 Juni 1880 – meninggal di Easton, Connecticut, 1 Juni 1968 pada umur 87 tahun). Jika sebelumnya kita telah melihat seorang Christine Ha, kontestan MasterChef yang menghasilkan berbagai presentasi masakan lezatnya melalui tangan-tangan hebatnya tanpa melihat bahan masakannya sekalipun — mengingatkan bahwa Christine ini seorang tunanetra — maka sekarang kita akan melihat sosok hebat lainnya,  Helen Keller, wanita berketidakmampuan melihat dan mendengar: Sekaligus.

Helen Keller

Terlahir sebagai anak yang sehat sejak lahir hingga berumur 19 bulan menjadikan pada masa tersebut dia masih menjadi seperti anak normal lainnya — yang tentunya juga belum mengenal apalagi berkemampuan baca dan tulis. Hingga suatu hari, si Keller kecil terserang penyakit demam yang dulu hanya dikenal sebagai demam otak sedangkan kini lebih dikenal sebagai demam scarlet hingga berdampak pada ketidakmampuan mendengar dan melihatnya.

Tidak banyak yang berbeda dari perkembangan Keller kecil dengan anak-anak seusianya — tentu saja yang sangat berbeda dia tidak dapat melihat dan mendengar dalam waktu bersamaan. Dari kondisinya ini, tak ayal menjadikan Keller kecil menjadi anak yang liar, sulit diatur apalagi untuk mendapatkan pengajaran — apapun itu.

Orang tua Hellen kecil menghadirkan guru-guru dari berbagai kalangan, profesi, dan latar belakang yang berbeda-beda dalam rangka mendidik Keller baik secara akademis maupun perilaku tapi semua usaha tersebut nihil, baik orang tua si Keller kecil, Keller kecil sendiri dan termasuk — pastinya — guru-guru yang didatangkan tersebut. Semuanya menyerah, angkat kaki, berbalik arah dan pulang. Tak ada yang mampu mendidik si Keller kecil alih-alih mengontrol perilakunya yang tak  kunjung membaik — kalau tidak boleh disebut semakin buruk saja.

Si Kellen Kecil dalam film The Miracle Worker

Pena telah diangkat, Tinta telah mengering. Maret 1887 ketika si Keller kecil berumur kurang lebih 7 tahun, dia kedatangan seorang perempuan bernama lengkap Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia. Yang kelak akan menjadi guru dan sahabat sepanjang hidupnya, dan dari guru-murid inilah rangkaian hikmah dari cerita hidup mereka berantai mencapai ke tengah-tengah kita. Untuk bisa dipelajari, menjadi sebuah inspirasi atas perjuangan dan pembelajaran.

Perjuangan Anne Sullivan dalam mendidik Keller kecil tidaklah semudah membalik telapak tangan. Berbagai cara dan metode  — yang tidak pernah diterapkan samasekali pada masa itu — pun dicoba dan diterapkan pada Keller kecil. Mulai dari diberikannya boneka khusus sebagai salah satu alat bantu ajar dengan diejakannya kata boneka (doll, d-o-l-l) tersebut melalui ejaan abjad huruf yang dituliskan pada permukaan tangan, Keller kecil mulai diajari huruf, tapi dia masih belum dapat mengerti keterkaitan sinyal pada tangan sebagai huruf yang dihubungkan dengan pendeskripsian pada objek benda. Keller kecil belajar, tapi belum paham.

Anne Sulivan dalam Miracle Worker 2000 yang diperankan oleh Allison Elliot

Hingga pada suatu hari, akumulasi pembelajaran, mencapai pada sebuah momen, pertengkaran pun tak elak  guru-murid ini alami selama proses pembelajaran ini. Sebuah ketika pada hari yang telah ditentukan itu, sang guru memompakan air pada salah satu tangan Keller kecil, dan sang guru menuliskan ejaan air (w-a-t-e-r) pada bagian tangan yang lainnya. Dari momen inilah Keller terkait dengan pembelajaran oleh Anna Sullivan.

Keller kecil akhirnya paham pelajaran yang diberikan oleh Anna, bahwa air (w-a-t-e-r) adalah zat yang dapat mengalir, terasa dingin, dan basah. Pada hari itu juga, keingintahuan (curiosity) Kellen kecil bangkit diiringi semangat berkobar untuk mempelajari huruf, kata, benda dan berbagai kosakata lainnya. Berlanjut pada tanah, bunga, dan berbagai benda disekitarnya. Malam itu, usaha guru-murid ini diganjar pemahaman 30 kosakata pertama yang memenuhi memori seorang Keller. Inilah garis marathon pertama bagi Keller dalam lintasan-lintasan marathon lari kehidupan bagi seorang Keller hingga mendulang berbagai prestasi dalam sejarah hidupnya.

The W-A-T-E-R

Lagi-lagi ada yang harus diperbaiki teriring semangat yang juga selayaknya mesti disambung terus menerus, mengingat marathon berjarak 365 ini masih menyisakan lintasan panjang untuk dilewati. Dan (sekarang) Hellen Keller menjadi salah satu dari pelari disamping saya — yang menjadi pengingat, penginspirasi — bersama 7 miliar pelari-pelari lainnya.[]

[Tambahan] Kisah hidup Helen Keller juga telah diangkat dalam sejumlah film yang paling terakhir adalah The Miracle Worker pada tahun 2000

———————————————————————————————————————

Photo Credit: (fig.1) Colin Soutar | (fig.2) Wikimedia Commons | (fig.3) Tumblr.com, tagged: Hallie Kate Eisenberg | (fig.4) dipity.com | (fig.5) haris-berbagi.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s