Pelari-pelari Marathon | 1: Christine Ha, MasterChef US Season 3.

Terperangah, kaget, bingung dan beribu tanya menghampiri diri. “Ini seriusan atau becanda, sih?”, ungkap saya dalam hati. Masa iya, mau ikutan lomba masak tapi nggak bisa lihat apa yang mau dimasak.”

Jumat 21 Shafar 1434 H yang bertepatan 4 Januari 2013 M masih merupakan nuansa pembaharuan yang seharusnya masih menyimpan semangat diri yang — masih — sangat bisa ditingkatkan. Ada yang memulai dengan hidup baru, ada yang tengah diberi waktu beristirahat dalam sakit, ada yang tengah diburu oleh keputus-asaan. Meski begitu, hidup haruslah terus dijalani,  disambung oleh semangat berkelanjutan.

Kerap kali karena merasa kurang atau mungkin sekadar merasa tidak memiliki apa-apa menjadikan diri mentolerir diri untuk tidak perlu bersemangat. Mungkin ada hal yang belum sepenuhnya kita syukuri, mungkin ada yang perlu kita ingat-ingat kembali, mungkin ada yang justru kita lupa bagi, agar kebaikan kerap menjadi bumerang: kembali pada pelemparnya.

Melanjutkan Kebersemangatan

Belum lama ini, saya menonton acara ajang masak-memasak terbesar di Amerika: MasterChef US, yang telah memasuki musim ke-3. Mengikuti tahap awal penyeleksian kontestan-calon-pemasak-master dari seantero Amerika ini, ada seorang kontestan yang menjadi perhatian saya yaitu kontestan berdarah Vietnam yang tidak mampu melihat objek dari kedua matanya sebab dia adalah seorang tunanetra.

Terperangah, kaget, bingung dan beribu tanya menghampiri diri. “Ini seriusan atau becanda, sih?”, ungkap saya dalam hati. Masa iya, mau ikutan lomba masak tapi nggak bisa lihat apa yang mau dimasak — lagi-lagi prasangka lebih cepat dari apa yang belum saya ketahui. Singkat cerita dari pekan pertama pratayang musim ke-3 ini. Christine Ha, wanita berketidakmampuan melihat, lolos dengan pujian serta merta dari seluruh juri. Ya, dia lolos, menyaingi 30.000 kontestan berkemampuan melihat lainnya, menjadi dari 18 kontestan tahap putaran awal hingga berada pada putaran 3 besar sekarang. Kembali decak kagum mengiringi rasa terperangah, kaget dan bingung saya selama mengikuti masa tayang eliminasi dari minggu ke minggunya.

Christine Tengah Memasak

Setiap minggu menjadi episode menarik untuk diikuti, bagaimana tidak, setiap pekannya sedikit demi sedikit underestimate saya terhadap Christine mulai berkurang dan lenyap. Cara memasaknya yang hampir tak ada beda dengan orang normal lainnya, tangan-tangannya yang seolah-olah memiliki ‘mata’ melebihi dari pandangan mata biasa. Masakannya pun terbukti memang enak dengan presentasi apik yang selalu selalu diganjar pujian dan apresiasi yang tak hanya datang dari para juri, tapi juga para kontestan lainnya.

Semua yang dilakukan Christine seperti cambuk bagi saya yang memiki kelengkapan panca indera. Yang lebih sering berkeluh kesah atas musibah kecil yang terjadi, tapi terlebih sering lupa mensyukuri nikmat yang alih-alih lebih banyak, sampai-sampai kalau sebenarnya dihitung meski seluruh pepohonan menjadi pena dan lautan menjadi tintanya tak akan pernah mampu tertulis seluruh nikmat yang diberikan Allah.

Christine Ha dengan Tongkatnya

Lagi-lagi ada yang harus diperbaiki teriring semangat yang juga selayaknya  disambung terus menerus, mengingat marathon berjarak 365 ini masih menyisakan lintasan panjang untuk dilewati. Dan Christine menjadi salah satu dari pelari disamping saya — yang menjadi pengingat, penginspirasi — bersama 7 miliar pelari-pelari lainnya.[]

Nb. Minggu ini akan ditayangkan eliminasi untuk putaran 3 besar untuk meloloskan menjadi 2 besar, dan saya berharap Christine akan melanjutkan marathonnya menuju putaran terakhir.

———————————————————————————————————————

Photo Credit: (fig.1) Roberto Mettifogo | (fig.2) andrewzimmern.com | (fig.3) afb.org

Advertisements

2 responses to “Pelari-pelari Marathon | 1: Christine Ha, MasterChef US Season 3.

  1. Pingback: Pelari-pelari Marathon | 2: Hellen Keller, The Miracle Worker. | dediwiyanto·

  2. Pingback: Lap 1/12, 4/54, 31/365 | dediwiyanto·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s