Berlomba-lomba Di Mana?

Ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan 7 miliar orang di muka bumi ini, rasa-rasanya kok berat ya?. Sudah banyak orang pun komunitas yang menghasilkan banyak hal; penemuan teknologi yang mempermudah kebutuhan khalayak  banyak; perwujudan ide atau gagasan yang menjadikan kehidupan sosial kita semakin baik; pemimpin — yang bahkan hafal Qur’an — yang menjadi tokoh terbaik sepanjang tahun 2012 kemarin. Mungkin harus bergerak ke kelompok yang lebih kecil…

Sekarang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan 3,8 miliar orang di daerah Asia saja, deh. Tapi kok rasa-rasanya masih berat juga ya. Banyak sekali ternyata prestasi di Asia, orang-orang Korea yang percaya diri dengan merek-merek lokal yang berwujud menjadi merek-merek berkancah internasional, melintas pada batas-batas geografis melebih batas-batas Asia, malah. India dan Cina yang berlomba tak hanya dalam kuantitas penduduk tapi sebanding lurus  juga pada kualitas SDM-nya baik pada bidang pendidikan dan perekonomian. Mungkin harus bergerak ke kelompok yang lebih kecil lagi…

Lampion Dunia

Sekarang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan 0,6 miliar orang di daerah Asia Tenggara saja, deh. Hmm, masih juga  cukup berat sepertinya. Bagaimana tidak, orang-orang di negara ASEAN telah menjadi komunitas besar dan berpengaruh dengan menjadi komunitas yang kuat dan berkembang; bersepakat pada saling memberi kemudahan, baik kemudahan berinvestasi maupun biaya tarif pada perdagangan bebas; saling bersynergi, melengkapi. Mungkin harus bergerak ke kelompok yang lebih kecil lagi…

Sekarang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan sekitar 230 juta orang di Indonesia dulu, deh. Wah, ternyata masih saja cukup berat, tak ada prestasi dari diri ini yang dapat dibandingkan dengan: para penyala lilin pendidikan di seantero Nusantara ini melalui Indonesia Mengajar; para penanam benih yang menyuburkan bumi pertiwi melalui Indonesia Berkebun; para pecinta lingkungan melalui kontribusi Bike To Work ataupun Bike To Campus; serta berbagai social movement yang kian menjamur dan terus-menerus berkembang. Mungkin harus bergerak ke kelompok yang lebih kecil lagi…

Pasar di Bali

Sekarang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan sekitar 124 juta orang di Pulau Jawa saja dulu, deh. Lagi-lagi sepertinya tak ada yang cukup baik dari diri ini untuk dilombakan dengan prestasi-prestasi yang telah dihasilkan orang-orang di pulau terbesar ke-5 di Indonesia ini. Bagaimana Islam berkembang dengan pesat oleh para wali-wali di Jawa ini.  Potensi beragam dari berbagai suku bangsa yang tumplek bleg di sini menjadikan Jawa sebagai daya tarik yang tak kunjung padam menarik orang-orang untuk lebih berkompetisi di pulau terpadat ke-9 di dunia ini. Mungkin harus bergerak ke kelompok yang lebih kecil lagi…

Sekarang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan sekitar 9,6 juta orang di Jakarta. Membandingkan kerja keras para pekerja yang berangkat sangat pagi dan pulang sangat sore, bersabar selama di jalan dalam kemacetan bukanlah perkara sabar yang cukup mudah, pun juga bersabar dalam menghadapi banjir yang kerap terjadi selama musim penghujan. Para pelopor-pelopor perubahan yang banyak menginisiasi perubahan ketimbang sekadar — sekali lagi — mengutuk pada kegelapan. Rasa-rasanya masih belum mampu untuk masuk pada kompetisi kelompok ini. Mungkin harus bergerak ke kelompok yang lebih kecil lagi…

National Monument

Sekarang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan dengan 2,1 juta orang di Jakarta Selatan, eh jangan deh, tapi dengan 200 ribu orang saja di Jagakarsa. Hmm, diperkecil lagi mungkin dengan 24 ribu orang di Ciganjur. Rasa-rasanya masih terlalu berat, atau orang-orang di RW dan RT saja ya? Hmm, masih saja belum sebanding. Aha! atau mungkin dengan keluarga saja dulu. Tapi kerja keras orang tua sudah tidak dapat ditandingi apalagi sampai mencapai BEP (Break Even Point) atas pengorbanan mereka, atau bersaing dengan adek saja! tapi  prestasi hafalannya saja sudah lebih banyak ditambah kegigihan atas keingintahuannya yang tinggi untuk terus belajar.

Self-control

Ternyata, belum cukup pantas diri ini untuk bersaing dengan orang-orang di luar sana, bahkan dengan keluarga sendiri. Sepertinya untuk sementara dan berkelanjutannya nanti, diri ini yang harus disaingi terlebih dahulu — yang harus diajak berlomba-lomba dalam kebaikan: “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (an-Najm: 32). Semoga kelak mampu bersaing di kemudian hari. Aamiin.[]

———————————————————————————————————————

Photo Credit: (fig.1) Phil Ashley | (fig.2) Jasper James | (fig.3) simonlong | (fig.4) Jonne Kingma

Advertisements

One response to “Berlomba-lomba Di Mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s