Kakak-Adek Behind The Mindmapping

Pada konteks man behind the gun adalah: “man” penting, “the gun” penting, gurunya yang ngelatih man behind the gun juga penting. Sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisah satu-satu. Mendidik dan didik harus simultan. Berbarengan.”

Tentunya bukan sebuah kebetulan jika ada hal-hal yang menguatkan kita untuk bertindak. Pagi ini seperti biasanya sih, harusnya udah ngepost tulisan tapi entah kenapa nggak ada ide yang harus ditulis. Sehingga langsung ke agenda selanjutnya aja yaitu ngebahas try-out IPA-nya adek dalam rangka rangkaian persiapan UN.

Ceritanya, akhir-akhir ini saya lagi rajin ngajarin adek cara belajar nih, melihat hasil sejumlah try-out sebelumnya yang bikin lebih banyak geleng-gelengnya ketimbang angguk-angguk kepala. Karena kemarin sudah ngerjain soal tes IPA, maka hari ini adalah sesi pembahasannya. Kemudian untuk tiap pembahasannya saya mengharuskan si adek pada masing-masing soal yang beda bab untuk dibuat ringkasannya pake pemetaan pikiran (mindmapping). Jadi, alamat satu soal bisa habis dibahas antara 10-20 menitlah baru ganti pembahasan soal yang lainnya.

Brainstorming

Baru beberapa hari yang lalu saya mengajarkan pemetaan pikiran (mindmapping) — yang dipopulerkan oleh Tony Buzan –ini kepada adek. Jadi si adek terhitung masih newbie dengan perkakas (tool) pembelajaran yang satu ini. Meski begitu,  antusiasnya cukup tinggi untuk menggambar diagram-diagram hubungan yang lebih tampak seperti jaring laba-laba.

Saya sendiri sebenarnya tidak termasuk orang yang biasa untuk memicu ide-ide (brainstorming) melalui tool mindmapping —  meski saya tahu kalau penerapan tool ini sungguh baik dalam setiap kegiataan perencanaan. Lebih sering saya membuat daftar-daftar yang berhirarki berbentuk seperti daftar isi untuk menyusun sesuatu — apakah itu rencana perjalanan, kerangka tulisan ataupun catatan-catatan penting nggak penting lainnya. Tergerak pada status teman di facebook yang mengatakan susahnya untuk membuat konsep, refleks saya langsung me-reply komentar singkat: mindmapping.

Meski tool ini sudah ditemukan sejak 38 tahun yang lalu, sepertinya popularitas metode ini di Indonesia justru menurun alih-alih menjadi metode andalan yang digunakan di sekolah-sekolah dalam mengembangkan cara berpikir murid didik. Apa karena terlalu membuang waktukah harus me-mindmapping-kan bab-bab di buku ? saya juga tidak mengerti.

Tools

Tool atau perkakas sebetulnya adalah alat bantu saja untuk mempermudah kita dalam mengerjakan sesuatu. Bukan sebagai unsur utama dalam pengerjaan — atau dalam hal ini pembelajarannya. Kalau ada istilah man behind the gun adalah bermaksud bahwa sebagus dan se-high-tech apapun senjata yang digunakan tapi kalau penggunanya tidak memiliki keterampilan menembak, bisa diterka bahwa peluru yang ditembakkan tidak akan pernah mencapai sasaran tembak. Jadi bisa dikatakan pengguna lebih penting ketimbang senjata yang dipakai — meski senjatanya diganti panah sekalipun.

Jika kita bayangkan kalo tool mindmapping ini populer sekalipun nanti di dunia pendidikan, belum tentu akan menjadikan setiap murid didik akan meningkat pemahamannya secara signifikan dan simultan pada subjek-subjek pelajarannya kelak. Sebab sekali lagi, tool adalah alat pendukung, pemahamanlah kunci utamanya.

Man behind the gun

Karena selain memang nalar peserta didik yang harus terus menerus ditingkatkan sehingga kalau-kalau tool-nya pun diganti. Kemampuan mengembangkan pemahaman yang masih berseliweran dimana-mana bisa diikat melalui tulisan atau dalam hal ini membuat diagram-diagram berhubungan terkait pemahaman yang diajarkan. Pendapat awam saya  pada konteks man behind the gun adalah: “man” penting, “the gun” penting, gurunya yang ngelatih man behind the gun juga penting. Sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisah satu-satu. Mendidik dan didik harus simultan. Berbarengan.[]

Photo Credit: (fig.1) Claus Christensen | (fig.2) Lester Lefkowitz | (fig.3) Image Source
—————————————————————————————————————————————————-

Lampiran Mindmapping-nya si adek:

IMG_0857[1]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s