Absolutely Kaizen!

Kaizen (改善). Kaizen merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna “perbaikan berkesinambungan”. Kai yang memiliki arti berubah (change) dan zen berarti baik (good–to be better).”

Cara terbaik untuk memulai menulis adalah menulislah! just it ! Menulis, bagi saya adalah pembelajaran akan banyak hal: ajang memetakan diri;  recovery kesehatan baik fisik maupun mental; rekonstruksi ulang pemikiran  atas kompleksnya pengetahuan yang telah saya peroleh; pendisiplinan dan peningkatan akan pemahaman.

Dulu apapun yang saya terima entah itu ilmu pengetahuan, informasi ataupun pengalaman atas berbagai peristiwa lebih sering saya sampaikan ulang melalui bertutur, bercerita, diobrolkan atau didiskusikan– alih-alih ditulis. Tapi tidak lagi sekarang, karena saya telah mengeluarkan apa-apa yang telah peroleh tersebut melalui tulisan– terlebih sering blogging. Dari melakukan perubahan tersebut itulah, banyak perbedaan yang saya dapati.

Menulis

Sejumlah kebermanfaatan menulis dari meng-habit-kan menulis diantaranya (karena begitu banyaknya) yaitu pertama, menulis adalah ajang melatih sifat-sifat diri. Meliputi sabar, rendah hati, hemat, peka serta berbagai pembentuk karakter disiplin, konsentrasi, teliti dan tentunya masih banyak lagi.

Bagaimana tidak, dalam menulis saya benar-benar dituntut untuk seksama pada apapun yang ingin kita tulis– meski pada tahap memicu ide (brainstorming) dan menulis bebas (freewriting) hal ini tidak terlalu diperhatikan dalam rangka memberi kemudahan menyusun tulisan nantinya. Pemilihan kata untuk mencari makna yang tepat pada konteks yang kita ingin sampaikan adalah hal yang tidak terelakkan.

Pengumpulan Ide

Kalau tidak sabar, tidak jadilah sebuah tulisan; kalau tidak rendah hati, hanya penuh bualan dan kesoktahuanlah isi tulisan saya– apalagi menganggap bahwa apa-apa yang saya tulis itu adalah hanya buah pikir sendiri; kalau tidak hemat memilih kata agar efisien, bisa jadi skripsilah tulisan saya– skripsipun kok rasanya tidak tebal dan banyak-banyak amat; kalau tidak peka, pastinya tidak ada yang ingin saya sampaikan pada tulisan kita, toh?

Kebermanfaatan menulis yang kedua, menulis adalah ajang memetakan diri (self-mapping). Menulis adalah rangsangan (trigger)  untuk bertanya terus-menerus pada diri; apa yang saya ketahui; apa yang belum saya ketahui; apakah ini benar atau salah; bagaimana supaya menyelesaikan permasalahan ini; sudah berada dimana saya sekarang; bagaimana mencapainya, lalu metode yang terbaik; kenapa harus ada disini; siapa orang atau tokoh yang telah berkontribusi; kapan bisa mencapai target-target; seberapa ketertinggalannya saya; dan berbagai 5w+1h yang akan terus membentuk peta atas diri.

Self-Mapping

Tidak mengagetkan ketika pertama kali melakukan ini, saya justru mendapati diri seperti peta buta; sebuah pulau tak bernama, samudera yang tidak tahu kedalamannya, gunung yang tidak tahu seberapa tinggi menjulang serta berbagai batas-batas geografis yang hilang alih-alih tidak jelas pokoknya bagai peta yang tidak utuh. Pemetaan diri ini tidak sekonyong-konyong akan utuh begitu saja, karena saya perlu mengeksplorasi potensi “bumi” diri agar jelas semua yang mana daratan, lautan, langit dan potensi yang tersimpan dimasing-masingnya.

Kemudian yang ketiga adalah meningkatnya pemahaman diri. Merujuk pada Al-Alaq ayat pertama pada surah tersebut: Bacalah! (Iqra’). Iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang berarti menghimpun. Kata adalah himpunan dari huruf, kalimat adalah himpunan dari kata, bacaan adalah himpunan dari kalimat. Ragam kata dari qara’a pun berkembang pada kata menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti dan mengetahui ciri sesuatu.

Setelah kegiatan menulis, memiliki kebermanfaatan pada pemetaan diri– tersebut di awal tadi– yakni penggambaran kondisi diri atas apa yang telah dimiliki dan dikuasai. Lanjutannya adalah kebermanfaatan pada peningkatkan pemahaman diri. Sebagai perbandingan, dari pemetaan dapat terlihat potensi mana yang memiliki– yang kurang lebihnya sudah dapat terbaca–  aliran sungai berdebit melimpah yang mengalir. Dari potensi tersebutlah ada nilai yang bisa saya tambahkan dengan cara membangun bendungan yang dapat menghasilkan manfaat sampingan berupa listrik dan irigasi– dan manfaat utamanya adalah bahan baku air.

Pemahaman Diri

Dari sinilah saya mengingat pentingnya perbedaan potensi pada masing-masing sumber daya yang masing-masing unik, — yang berbeda juga keluaran manfaatnya. Tentu saja Allah telah jelas menyampaikannya (QS. Al-Lail:4), “Sesungguhnya  usaha kamu memang berbeda-beda”  dan dalam kesempatan lain (QS. Ar-Ra’d:17), “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya.”

Kebermanfaataan keempat– yang terakhir pada tulisan ini– adalah menulis merupakan rangsangan membaca, pun sebaliknya yang menjadikan terus-menerus memperbaiki diri. Melanjutkan atas pemetaan diri, lalu meningkatlah sebuah pemahaman, hingga akhirnya saya sadar sesadar-sadarnya bahwa diri ini memiliki kekurangan yang begitu besar seakan-akan ada gap antara apa yang saya tahu atau miliki dengan apa yang saya bisa beritahukan atau untuk dibagikan.

Kai Zen

Konsekuensinya adalah membaca menjadi sebuah tuntutan penting, tak bisa dihindari. Mengingat artikel yang saya baca 2 tahun yang lalu, tentang sebuah filosofi Jepang: Kaizen (改善). Kaizen merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna “perbaikan berkesinambungan”. Kai yang memiliki arti berubah (change) dan zen berarti baik (good–to be better), filosofi ini telah banyak diterapkan oleh bangsa Jepang pada berbagai bidang kegiatan mereka. Maka tidak ada salahnya jika penerapan kaizen ini saya terapkan pada kemampuan baca-tulis yang sering kali saya sepelekan.[]

Credit Photos: (fig.1) Siri Berting, (fig.2) Chris Strong, (fig.3) Yagi Studio, (fig.4) Thomas Jackson, (fig.5) restorationfitness.net

Advertisements

2 responses to “Absolutely Kaizen!

  1. Pingback: Membaca dan Menyimak Lalu Menulis dan Berbicara 1.0 | dediwiyanto·

  2. Pingback: Kaizen Looking for Civil and Structural Design Engineer | dediwiyanto·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s