Lilin-lilin Yang Menyala: Rumah Kreatif Melati Tataum

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

(Nenek Moyangku Seorang Pelaut)

Entah kenapa, kata jelajah-lah yang terlintas ketika mau posting blog pagi ini, awalnya sih karena ingin rewriting pengalaman teman saya Asih yang belum lama menyelesaikan KKN-nya di Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari mencari arti kata jelajah di KBBI Online, saya mendapati definisi dari arti kata tersebut yaitut: je.la.jah | [v] men.je.la.jah v bepergian ke mana-mana untuk menyelidiki dsb. Ditambah saya sendiri juga hampir pernah mau “menjelajah” ke NTT, sayangnya– mungkin– belum rezekinya saya dapat kesana.

Kegiatan menjelajah pastinya sudah pernah dilakukan oleh orang-orang terdahulu siapapun mereka dan saya yakin termasuk nenek moyang kita. Buktinya selama ini kita diajarkan lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut, yang menandakan bahwa nenek dan kakek kita itu sudah ratusan tahun lalu melakukan bepergian kemana-mana– dalam hal ini laut, bahkan samudera– dalam rangka untuk menyelidiki– apapun yang ada di laut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Jelajah

Asih seorang mahasiswi jurusan Sastra Indonesia di Universitas Indonesia– bernama lengkap Asih Kusuma Lestari angkatan 2009 yang kini tengah bimbang antara skripsi dan seambrek kegiatan baru lainnya — adalah seorang teman yang saya kategorikan sebagai penjelajah di atas tersebut pada masa kini. Dengan “keaktifan”nya– yang tidak bisa diam lebih tepatnya– dalam mengikuti kegiatan kampus maupun non-kampus giat sekali menjelajahi kegiatan baru yang menantang. Saya kira tubuh mungilnya tak menjadikan dia memiliki mental dan jiwa yang sangat besar sebagai seorang penggerak, seorang agent of change. Melalui KKN di UI inilah dia berbagi cerita.

Melalui pembicaraan di telepon genggam, Asih pernah melakukan kontak untuk ngobrol, yang seingat saya, “Ded, lu ada dimana? gue lagi ada di kapal nih, terombang-ambing engga sampe-sampe, haha”– benar-benar Asih memang karena belum sempat jawab, obrolannya udah sampai kemana-mana. Atau di lain kesempatan, “Ded, gue lihat bintang di atas laut! banyak banget..!”. Dan berbagai pengalamannya yang cukup buat iri dan pengen untuk mengalaminya secara langsung ketimbang mendengar cerita-cerita seru melalui seperangkat alat komunikasi.

tim kkn

Selama hampir sebulan penuh dia berada di salah satu desa perbatasan– pertengahan Juni hingga Juli. Dengan berbagai perencanaan kegiatan  bersama tim KKN-nya telah dipersiapkan dengan begitu matang dan apik demi merangkul teman-teman kita di salah satu pelosok Nusantara. Inipun sesuai dengan tema yang mereka usung  yakni, “Menghalau Batas Negeri, Menjangkau Keterasingan, Menuju Percepatan Pembangunan.” 

Ketika berada disana, suara cempreng (khasnya) dan ramenya Asih mulai jarang terdengar,  melalui penjelasannya juga, “Ded, disini jarang sinyal, susah banget, mesti ke jalan dulu ke kantor desa buat nyari sinyal terdekat”. Jadi terbayangkan bagaimana terisolirnya komunikasi desa-desa di Indonesia.

nusantara

Program Rumah Kreatif Melati Tataum yang mereka ciptakan di desa yang terletak  dekat dengan Pulau komodo ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat– ini dilihat dari kunjungan warga yang mencapai per hari rata-rata lebih dari 50 orang. Meski tentunya tak sedikit kesulitan yang Asih dan kawan-kawannya ini hadapi– selain dari bahasa dan pastinya benturan budaya lainnya tentunya– dalam menjalani tugas pengabdian mahasiswa di tengah-tengah masyarakat.

Beberapa sub-program kegiatan Rumah Kreatif Melati Tataum diperuntukkan untuk semua kalangan: anak-anak, remaja serta para orang tua.  Belajar Bersama dan Kesenian menjadi kegiatan yang diperuntukan untuk anak-anak. Kriya Nusantara dan Penghijauan menjadi sekian kegiatan untuk program remaja. Masak  bersama dan Pentas Rakyat juga menjadi kegiatan untuk Orang tua yang tak luput dari “target” Rumah Kreatif Melati Tataum ini.

Keberhasilan program-program yang mereka kreasikan saya yakin tampak jelas di senyum anak-anak pada gambar di atas. Mengurai kegusaran hati mereka atas harapan-harapan yang mungkin hanya terdengar melalui berita televisi yang mesti ditempuh sangat jauh ataupun sekadar dipotongan informasi  koran yang belum tentu tiap hari dapat mereka temui. Tapi kini jelas anak-anak tersebut memiliki pengetahuan dan akses baru untuk merubah keadaan rumah mereka yang merupakan desa-desa perbatasan Negri ini.

lilin yang menyala

Teman saya Asih, telah menjadi salah satu bagian dari perubahan Bangsa ini. Kearifan baru pasti telah melekat pada diri dan teman-temannya sekarang. Berkontribusi melalui pendidikan langsung– ketimbang hanya bersuara melalui opini-opini saja. Mereka telah menyalakan lilin di tengah kegelapan alih-alih mengutuk kegelapan itu sendiri.

Kini saya pun  menanti cerita Asih selanjutnya untuk dapat disampaikan lagi di blog ini, dalam kisah lilin-lilin yang menyala pada kegiatannya nanti sebagai pengajar muda di UI Mengajar sekitar bulan Februari. Semoga siapapun kita nanti, dapat pula menjadi penyala lilin-lilin tersebut kelak. Aamiin.[]

Photo(s) by (fig.1 & 4) | Getty Images (fig 2 & 3) Photo Album Facebook Asih Kusuma Lestari

Advertisements

3 responses to “Lilin-lilin Yang Menyala: Rumah Kreatif Melati Tataum

  1. Pingback: Belajar Mempelajari Pembelajaran | dediwiyanto·

  2. Wah jadi kepikiran,rumah kreatif gue di kapuas hulu 😦 2011 kemarin dapat penempatan KKN nya di kalbar.

    Padahal pengen banget dapet di pulau alor 😦 eh ternyata kalbar seru banget loh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s