Dari Resolusi Sampai Membaca: Kumpulan Kisah Paulo Coelho

Sebuah konsekuensi yang sangat logis, ketika seseorang mempelajari sesuatu yang mulia maka kemudian akan melekat pada dirinya. Dan itulah yang ada pada diri orang-orang dahulu

Buku-buku yang dikarang oleh Paulo Coelho (seorang penulis kelas dunia) menjadi dari sekian buku yang mempengaruhi saya selama dua tahun belakangan ini. Salah satu bukunya yang paling anyar diterjemahkan serta dicetak di Indonesia adalah Seperti Sungai yang Mengalir (terjemahan dari buku aslinya Ser Como O Rio Que Flui)– pada tahun 2006 — yang merupakan kumpulan renungan dan cerita pendek yang pernah dia tulis selama ini.

seperti sungai yg mengalir
Membaca kumpulan kisah yang menggugah tentang kehidupan dan kematian, suratan takdir dan pilihan, cinta yang hilang dan ditemukan. Kadang humoris, kadang serius, tapi selalu dalam, buku ini– seperti semua karya Coelho lainnya– mengekspresikan artinya menjalani hidup dengan sepenuh-penuhnya.

Buku ini banyak dipengaruhi dari berbagai pemikiran Barat dan Timur, meski begitu buku ini secara umum adalah berkaitan watak dan sifat naluriah dan persoalan umum kejiwaan manusia– tentunya saya mengutamakan Manhaj Rabbani sebagai penyuluh serta filter dalam membaca buku apapun termasuk buku ini. Ditambah bahwa hikmah itu laksana barang yang hilang, artinya dimanapun barang itu ada masih berhak kita ambil kembali.

pemikiran

Memasuki buku Paulo Coelho yang satu ini, kita akan sering diajak mengarungi dari kolam cerita yang satu menuju kolam cerita berikutnya, berpindah sekejap lintas masa, masa kini  ke masa  lainnya–entah itu lampau atau masa depan, bertemu dengan orang asing dan mungkin sangat kita kenal serta berbagai kejutan-kejutan kecil dan besar untuk disambut dengan antusiasnya ketika membalik tiap lembaran-lembaran berikutnya pada buku ini.

Tengok saja sejumlah judul tulisan pada buku ini yang begitu menggoda untuk segera dihampiri: Kisah Sepotong Arang, Menjalani Legenda Kita Sendiri, Seni Berperang, Hukum Jante, hingga ke judul yang begitu menggelitik tentang Kiat-kiat Bepergian– rasa-rasanya jarang bahkan mungkin hampir tidak pernah ada penulis yang mengangkat ini sebagai sebuah cerita yang menjadi hikmah.

janteloven-felicity

Kehebatan cara bercerita (story telling) Paulo Coelho melalui tulisannya, saya kira itu perlu sekali untuk menjadi rujukan penulis masa kini, bahkan saya juga tidak begitu asing beberapa penulis di Indonesia ini sedikit banyak juga telah dipengaruhi melalui karya-karyanya karena– bagaimanapun juga– kita tentunya bisa melihat gaya tulisan seorang penulis setelah membaca sejumlah karya-karya tulisannya.

Menutup tahun 2012 ini, resolusi membaca buku di tahun 2013 pun saya kira perlu untuk dibuat  serta direvisi–ditambah lagi jika diresolusikan untuk dilanjutkan ke tahap menulis atau blogging. Karena perbendaharaan (khazanah) pengetahuan kita perlu terus-menerus untuk ditambah, diperkaya dan diperbaharui– up-to-date.

halaqah

Mengutip pada salah satu lead artikel di sebuah majalah (Belajar Cara Belajar Orang-orang Dahulu,  Tarbawi edisi 288) , “Sebuah konsekuensi yang sangat logis, ketika seseorang mempelajari sesuatu yang mulia maka kemudian akan melekat pada dirinya. Dan itulah yang ada pada diri orang-orang dahulu”.[]

Photo(s) by (fig.1) Fauzi Alif | (fig 2) Magdalena Krisnawati | (fig 3) Jenny K. Blake| (fig 4) Getty Images

Advertisements

One response to “Dari Resolusi Sampai Membaca: Kumpulan Kisah Paulo Coelho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s