Kehidupan Tiga Perempat Penduduk Bumi

“…Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang yang kaya saja diantara kamu.  Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…”. (QS 59 :7).

Pada saat orang-orang di pelbagai penjuru dunia bangun setiap pagi untuk menyongsong hari yang baru, masing-masing dari mereka melakukannya dalam kondisi yang sangat berlainan.  Sebagian hidup di rumah yang indah dan nyaman dengan sekian kamar berukuran luas, plus aneka perlengkapannya. Mereka memiliki persediaan pangan yang lebih dari cukup, pakaian yang serba bagus, kondisi kesehatan yang prima, dan kondisi keuangan yang serba berkecukupan.

Sebagian lainnya mereka ini berjumlah lebih dari tiga perempat total penduduk dunia yang kini mencapai sekitar 7 milyar, nasibnya jauh kurang beruntung karena sehari-harinya harus hidup dalam kondisi serba kekurangan. Mereka tidak memiliki rumah sendiri, dan kalaupun punya, ukurannya begitu kecil. Persediaan makanan yang ada juga acapkali tidak memadai. Kondisi kesehatan mereka pada umumnya tidak begitu baik atau bahkan buruk, dan banyak dari mereka yang buta huruf serta menganggur. Masa depan mereka untuk mencapai suatu kehidupanyang lebih baik biasanya suram, atau sekurang-kurangnya tidak menentu. Dari kajian secara sekilas saja, kita dengan mudah sudah dapat meihat tajamnya kesenjangan standar hidup secara global–Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Michael P. Todaro dan Stephen C. Smith

Economic Development

Inilah adalah kondisi nyata yang ada di kehidupan sekarang ini, bahkan tidak perlu jauh-jauh dengan membandingkan kondisi yang ada di luar sana semisal negara-negara Eropa dengan Afrika. Disekitar kita dengan jelas-jelas ada, gap besar dengan permukiman kumuh disamping-samping apartemen megah dan tinggi menjulang. Kontradiktif pada ruang lingkup dan waktu yang sama. Ironis.

Jebakan mencapai GNP inilah yang memaksa tiap negara untuk mencapai nilai GNP setinggi-tingginya! Dengan melupakan bahwa ada indikator  kesejahteraan yang harus diperhatikan secara menyeluruh melalui pendistribusian kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat, tidak terkecuali, bukan hanya memberikan kesempatan yang kaya terus menjadi kaya, dan yang miskin terus menuju pada jurang kesengsaraan

Terjadi hukum pareto 20:80 dimana  20 persen penduduk dunia menguasai sumber daya 80 persen sumber daya dunia, sedangkan 80 persen penduduk dunia memperebutkan sisanya yang hanya 20 %! Lalu apakah ini hanya sekadar menjadi isu atau justru informasi selingan saja. Tentu kita harap tidak. Yang diharapkan adalah adanya perubahan atas kondisi yang tengah berlangsung ini. Meski tidak suka pd kondisi ini baru pada pada tahap kondisi selemah-lemahnya iman. Wirausaha adalah salah satu dari berbagai cara untuk kita dapat merubah ini, memperkecil jurang yang menganga ini! []


bersambung…

Sumber Gambar: Getty Images dan Pribadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s