Menulislah!

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
― Pramoedya Ananta Toer

Tulisan adalah sebuah perkara yang sungguh luar biasa. Melalui tulisan, penulis dan pembaca terikat tanpa batas ruang bahkan waktu. Tulisan merupakan hal luar biasa, melintas jarak yang berkilometer jauhnya, melintas  waktu yang berabad lamanya.

Menulis adalah sebuah perasaan untuk berbagi, sebuah kepedulian untuk disebarkan, pengalaman berupa hikmah untuk disampaikan, sebuah kebaikan untuk diperlombakan. Diperebutkan dan diraih. Kesempatan partisipatif bagi siapapun yang berkeinginan. Memulai dan mewujudkan.

Penulis adalah manusia yang merdeka. Pengurai suasana menjadi makna, penyusun kata menjadi peristiwa. Pengurai hikmah menjadi pengetahuan. Pembangun peradaban

Pun manusia, dasarnya adalah penulis bagi kitab hidupnya masing-masing, setiap amal menjadi tulisan yang tertoreh jelas dan nyata, yang akan dibaca pada suatu masa. Maka, sekarang adalah masa kita menulis sebaik-baiknya.

Pencipta karya-siapapun kita-terus mengalami perkembangan yang sungguh luar biasa, tidak terbayangkan alih-alih tak disangka. Jika dulu hanya hanya ada sebutan penulis (writer) dan juga wirausahawan (enterpreneur), maka dunia terus dinamis untuk memunculkan sesuatu yang baru: writerpreneur.

Setidaknya inilah yang menjadi magnet bagi saya untuk hadir pada kegiatan yang diadakan oleh IKAPI pada rangkaian acara Indonesian Book Fair kemarin. Melalui lokakarya berjudul How To Be A Writerpreneur. Zulfikar Fuad dan Bambang Trim berbagi cerita, gagasan dan saran tentang dunia kepenulisan.

Zulfikar Fuad seorang biograf, penulis yang menspesialisasikan dirinya melalui tulisan biografi, mengisahkan karirnya yang banyak dimulai dari dunia jurnalistik: seorang reporter, pun begitu narasumber pertama lokakarya ini mengisahkan berbagai usahanya memasuki berbagai jenis bidang enterpreneur yang membuat dia tidak fokus pada dunia kepenulisan, diakuinya.

Hingga akhirnya beliau mendedikasikan diri untuk sepenuhnya menjadi seorang penulis dengan kepenulisan khusus pada bidang biografi. Dengan mengutip peristiwa Napoleon pada setiap ekspedisinya: Setiap kali ia dan pasukannya sampai di area pertempuran ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk membakar satu-satunya alat transportasi yang bisa membawa mereka kembali atau melarikan diri jika sudah terdesak.

Bambang Trim yang mendeklarasikan diri sebagai book packager  kini , pun turut berbagi kisah hidupnya menjadi direktur pada berbagai perusahaan penerbitan. Yang pada muaranya menjadikan dirinya mendirikan perusahaan perajin buku Dixigraf dan penerbitan TrimKom. Menjadikan beliau bagian dari writerpreneur.

Beliau banyak menjabarkan realita-realita pada dunia ini, baik seru dan lucunya, enak dan   engga enaknya. Serta berbagai peluang dan kesempatan di masa depan bergelut pada dunia writerpreneur di Indonesia dengan daya baca dan daya beli penduduk Indonesia yang terus mengalami peningkatan yang sangat baik.

Pada sesi diskusi, saya pun berkesempatan untuk bertanya pada kedua narasumber perihal tentang “Darimana kita bisa memulai karir?”. Dari apa yang bapak-bapak ini jawab, pada akhirnya ada jawaban yang menjadi highlight bagi saya: “Menulislah!”

Sumber Gambar: Getty Images (atas), Pribadi (bawah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s