Halo Teman (?)

Ada hal-hal yang selalu mengingatkan kita pada masa lalu, karena kenangan, entah baik atau buruk, menyenangkan ataupun sebaliknya menjadikan muatan pengalaman kita untuk menyongsong masa depan dan hidup dalam kekinian.

Ada masa ketika kebersamaan itu begitu indah kemudian kesendirian menjadi mimpi buruk, meski begitu ada saat kebalikan darinya dimana kebersamaan menjadi seperti menggenggam bara api dan kesendirian menjadi begitu candu.

Hei, teman-temanku yg disini maupun disana, yg dekat maupun jauh, yang entah maunya apa. Bagaimanapun pernah ada irisan-irisan takdir yang menghimpun kita, mempertemukan pada ruang dan waktu untuk dijalankan bersama. Sekali lagi entah itu menjadi menyenangkan atau mengesalkan.

Teriring kesalahan yang pernah kita buat masing-masing, keyakinan untuk memaafkan selalu mengiringi dalam benak, dalam pikir. Karena kita adalah manusia yang senantiasa memproduksi lupa, salah dan keburukan lainnya. Meski begitu tak mungkin juga kita tidak pernah mengisi kebaikan di dalamnya.

Hubungan berkawan selalu tidak pernah sederhana, tapi juga tidak melulu kompleks. Ada saat mungkin seperti tidak relung meminta dan memberi maaf. Tapi waktu selalu bisa menghapus luka, meski akan selalu ada sisa guratan luka, tapi itu berupa tanda yang menandakan persahabatan kita kan?

Persaingan,kompetisi atau entah apalagi namanya adalah ajang kita untuk meningkatkan kapasitas masing-masing kan? Semoga bukan hanya meraih prestasi dunia, tapi lebih-lebih kepada akhirat. Synergi adalah wadah kita melipatgandakan apa yang tidak bisa diraih secara individu. Semisal derajat yg didapat sebesar 27 akan beda dengan 1, sebuah pilihan lagi untuk menentukan nilai pengerjaan.

Hei kawan, kita seperti hilang dalam arus. Sekedar salam menjadi menjadi kelu, sepintas senyum tak pernah mengembang. Meski terkoneksi oleh semua media jejaring sosial, tapi sepertinya itu hanya sekedar formalitas dalam kemayaan!

Pada akhirnya akupun menyatakan rindu untuk bertemu bukan sekedar fisik  tapi menghimpunnya hati, melingkar tanpa benci, bertutur tentang mimpi, meski masa depan yg tak pernah pasti akan menghampiri, tapi ketakutan sedikit tergerus mengetahui kalian ada di sisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s