Sedikit Cerita Tentang Pendidikan (Lagi)

Hari minggu ini dapet tugas dari Ibu untuk nganter ke wisma makara UI ceritanya. Dalam rangka seminar pertemuan orang tua dengan pihak les bimbingan belajar nya si adek. Sesampainya disana, ternyata salah gedung, hehe, gataunya di gedung sebelah wisma makara UI lokasi acaranya. Dan engga lama kemudian..dimulailah acara ini..

Kurang lebih isi acaranya ini adalah menunjukkan ‘prestasi’ kesuksesan dari lembaga bimbingan belajar ini dalam menetaskan peserta didiknya dalam menembus nilai-nilai tertinggi UAN di berbagai provinsi di seluruh Indonesia.  Serta kelebihan-kelebihan lembaga bimbingan belajar miliki untuk diberikan kepada muridnya dibanding dengan lembaga bimbingan lainnya di luar sana. Melihat ini, memberikan kembali gambaran sistem pendidikan Indonesia yang kurang lebih sama tapi lebih mengherankan dari apa yang saya alami 12 tahun silam di posisi si adek sekarang.

Sekali lagi yang sudah berkali-kali terjadi setiap tahunnya. Kita, anak dan adik peserta didik dihadapkan pada penentu keberlanjutan pendidikan di jenjang yang selanjutnya pada sebuah produk hasil pemikiran  yang bernama UAN. Standar yang ditetapkan oleh pemerintah ini membuktikan begitu tidak percayanya pemerintah terhadap guru-guru di Indonesia untuk menentukan kelulusan para peserta didik, lalu apa yang akan terjadi jika kepercayaan ini justru ditaruh pada produk yang bernama UAN?!

Memang, kebijakan dari kelulusan tidak seratus persen ditentukan oleh UAN yaitu sebesar enam puluh persen. Dengan ini dapat dikatakan bahwa pemerintah hanya mempercayai guru dan pihak sekolah hanya sebesar empat puluh persen sebagai para pengajar untuk meluluskan para peserta didik.  Dari produk yang bernama UAN ini saya sendiri ngeliat EFEK SAMPING yang begitu DAHSYAT buat adek saya, dia begitu sibuk setiap harinya sepanjang pagi, sore sampe malam. Coba kita liat sejenak salah satu jadwal dari adek saya berikut:

  1. Pagi hari dimulai dari jam 5.30 dia udah mesti berangkat sekolah, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sampai kira-kira jam 13.00 baru selesai (durasi total 6,5 jam)
  2. Kemudian jam 13.00 dimulailah kegiatan ‘pendalaman materi’ (emang dari dulu belom dalem ya materinya, ckck..) selesai jam 15.00 (durasi total 2 jam)
  3. Kemudian dilanjutkan ngaji dari jam 15.00 sampai jam 17.30 (durasi total 1,5 jam)
  4. Jam 17.30 biasanya adek udah berangkat ke lembaga bimbingan belajar (padahal baru mulai jam 18.30) buat ngerjain Pe Er diluar dari jam wajib bimbelnya (durasi total 1 jam)
  5. Dan dimulailah belajar bimbel dari jam 18.30 sampe dengan jam 20.00 (durasi total 1,5 jam)

Jadi bisa dibilang wow lah kegiatan adek saya ini, pulangnya si adek harus sudah menyiapkan kembali untuk aktivitas padat lain laginya untuk esok hari. Jadi UAN ini telah merenggut banyak waktu luang yang bisa dipakai adek saya untuk mengembangkan kemampuan dirinya, entah itu bermain, bermusik, olahraga dan segudang aktivitas yang bisa dia peroleh sebagai pengalaman serta wawasan yang bisa membesarkan dirinya kelak.

UAN ini terlalu memporsikan terlalu banyak dalam sistem pendidikan yang menurut saya lebih menuju ke kapitalis, dalam memberikan hak-hak peserta didiknya untuk berkembang sesuai keunikan diri mereka masing-masing. UAN menyamaratakan serta memukul rata kemampuan setiap orang dengan menggunakan satu alat ukur, padahal kita tahu kecerdasan berwujud dalam begitu banyak bentuk. Sehingga tidak efisienlah waktu yang digunakan pada usia setiap peserta didik jika harus menggunakan standard ini. Dan bukankah Islam mengajarkan kita untuk hidup efisien dan memberikan kontribusi yang besar sedini di mungkin pada jatah usia kita yang begitu singkat ini.

Sumber Gambar : Gettyimages

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s