Nikmat Mana Lagi Yang Ingin Kita Hancurkan?

Sumber daya alam di bumi ini baik air, udara, tanah, hutan dan segala hasil pertambangan adalah modal dari Allah  terhadap manusia sebagai khalifah (sebagai pengelola).

Dunia yang berkembang secara cepat, pertumbuhan populasi manusia yang telah mengikuti deret hitung menjadikan kita mengalami permasalahan serta tantangan baru atau mungkin sebuah kombinasi dari sejumlah permasalahan terdahulu (ini menjadikan permasalahan ini baru) yang mungkin belum pernah dialami oleh pihak manapun pada masa terdahulu.

Meski begitu, Al –Quran telah menyediakan berbagai solusi dan bahkan telah mengestimasi sejumlah permasalahan yang akan dihadapi oleh umat ini sekarang. Permasalahan apapun pasti bisa diselesaikan baik dari skala terkecil (makro) hingga yang terbesar (makro), hanya saja butuh pemikiran mendalam untuk dapat memetakan permasalahan yang dihadapi serta memilih sejumlah ahli yang memang memiliki kemampuan dalam mengelola masalah tersebut. Inilah salah satu tugas dari pemimpin baik dalam skala kepemimpinan manapun untuk dapat memetakan setiap permasalahan dan dapat diselesaikan oleh orang-orang yang tepat.

Air sebagai salah satu sumber daya terbesar yang tersedia di muka bumi ini, juga merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup di bumi manusia.

Sekarang jika kita menilik Indonesia yang notabenenya merupakan negara berkembang berbanding dengan negara-negara maju di benua Eropa dan Amerika kita tertinggal sangat jauh dalam penyediaan infrastruktur pendukung hajat kehidupan penduduk negri tercinta ini. Infrastruktur kita sangat jauh dari perkembangan inovasi teknologi, perencanaan yang baik dalam menunjang pembangunan berkelanjutan serta manajemen perawatan tiap bangunan infrastruktur yang telah terbangun.

Indonesia yang didiami oleh 240 juta jiwa, yang mayoritas beragama Islam jika dilihat secara ideal adalah penduduk yang memiliki pedoman tepat dalam sebagai mercusuar atas bangsa-bangsa lain dalam pengelolaan kehidupan baik internal maupun eksternal. Tapi, jika melihat apa tengah terjadi sekarang ini, kebanyakan negeri dengan mayoritas muslim justru tidak mengaplikasikan kemuslimannya. Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada negara-negara non muslim yang sangat nyata aplikasi nuansa ke-Islamannya.

Kebutuhan bertempat tinggal manusia-manusia dimanapun mereka berada, menjadikan setiap kita mengemban keteraturan yang dinaungi Islam sebagai amanat utama yang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Ilmu yang saling terintegrasi telah memudahkan kita untuk dapat hidup  dengan nyaman, sehat dan aman di masa sekarang dapat diduplikasi di masa mendatang (berkelanjutan). Inilah yang diharapkan dan seharusnya dapat diterapkan secara nyata, agar menjadi amal pemberat yang nyata pada suatu masa kelak yang pasti.

Terkait dengan integrasi yang memadu kendalikan seluruh aspek pada setiap sistem kehidupan yang dijalani manusia, sebetulnya telah secara gamblang di berikan oleh Islam jika kita tidak memilih-memilih apa yang kita suka atas agama ini, melainkan menerapkannya secara kaffah.

Jika tidak, maka manusia hanya akan mempertahankan estimasi para malaikat bahwa kita adalah makhluk yang benar-benar merusak bumi serta penyelewangan amanah terberat atas semua makhluk yakni sebagai khalifah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s