Jeda

Dalam setiap pergerakan yang mengharuskan kita terus maju. Berhentilah sejenak. Berhenti dalam jeda. Berhenti sementara, agar kita dapat mundur sedikit dan dapat melihat gambaran besar pergerakan kita selama ini, yang merupakan pemaknaan atas kehidupan.

Dalam jeda, jangan hanya diam, jangan hanya memikir keluh yang tak akan pernah habis. Tapi merenunglah dengan berpikir, penuh tenang, penuh kesyukuran, penuh takut disertai harap. Dalam jeda, kita akan dapat melihat banyak bentuk kebermaknaan atas diri, orang lain, dunia dan segala penciptaan-Nya.

Mendekati jeda adalah menghampiri ketenangan, mendekap kesabaran, berkunjung pada berbagai persiapan strategis. Dalam jeda kita mengingat mengingat apa tujuan utama atas kita, tujuan-tujuan tambahan yang ingin kita capai sebagai bentuk memenuhi kesempurnaan atas penghambaan diri kepada Sang Pencipta.

Dalam jeda, hatipun terkadang lebih sering gelisah, merasa tertinggal, merasa sudah tak bisa mengejar. Sebenarya dalam jeda, kita sedang mengecek bagaimana perbekalan perjalanan, apa yang dirasa berkurang serta apa yang dirasa berlebih, setelah itu ambilah ancang-ancang terbaik untuk dapat berlari melanjutkan lintasan. Tapi bukan kencang yang harus kita buat, sebab garis akhir masing-masing kita berbeda, waktu yang telah ditetapkan. Kebertahananlah yang seharusnya mendapat perhatian utama atas perjuangan mengarungi perjalanan ini, sebab perjalanan ini adalah bentuk lari marathon, lintasan yang panjang nan melelahkan 🙂

Dalam marathon ini, berhenti adalah pendangkalan, tentunya berbeda dengan berhenti untuk jeda, berhenti tanpa melakukan apa-apa layaknya aliran air yang terbendung yang hanya menggenang, lalu keruh menjadi sia. Untuk itu, jeda adalah rehat, rehat untuk menguatkan, untuk menyegarkan. Rehat yang menjadikan kita lebih siap menjalani jalur ketetapan.

Jeda dengan berbagai bentuk serta pemaknaanna. Menjadikan kita kaya akan substansi yang sering dilupakan, menguatkan intuisi dan nurani.

Dalam jeda kita seharusnya menghimpun, menghimpun energi fisik dan jiwa. Lalu berbaur kembali dalam lintasan, dengan menerawang jelas pada garis akhir kita..

Gue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s