Pembelajaran

Setiap hari adalah pembelajaran. Dan hari ini ada pelajaran yang dapat diambil dari membaca notes di FB yakni; mengakses ilmu, menyambungkan, serta membangunnya agar dapat bersinergi untuk berinteraksi. Ide, inspirasi, berita, info, bacaan, status, catatan atau sekedar bincang adalah informasi yang berseliweran pada hari-hari yang dijalani, yang semuanya itu perlu “pengikatan makna” oleh Pak Hernowo.

Semua hal yang terpencar perlu disatukan kemudian dieratkan secukupnya, agar menjadi sebuah keeksistensian yang dapat diperluas (expand), eksplorasi (explore) menjadi sebuah ekpedisi (expedition).

Pembelajaran yang harus terus berlanjut menuntut kesabaran dan keteguhan, dalam kapasitas yang tinggi. Tahun pun kadang dapat menjadi ajang menguatkan diri, entah itu untuk bangkit dan bergerak setelah sekian lama rehat dalam jeda, merendahkan hati dari khilafnya atas memandang lebih (overestimate) diri sendiri kemudian memandang kurang (underestimate) pada orang lain, mengenal sabar atas baiknya prasangka, hingga berani dalam memulai dan memantapkan mau pada pilihan yang dimulai. Inilah hidup yang harus dijalani beserta tahapannya.

Mengenai berbeda, perlu tindakan berani yang nyata. Berani meng-outliers-kan diri jika menurut Malcolm Gladwell. Menjadi apa yang yang diingini (passion) yang sesuai potensi (talent) serta bersandar pada kebutuhan zaman adalah tantangan (challenge).

Ketrampilan apapun pada era ini adalah sebuah keniscayaan untuk bisa didapatkan. Buku dan internet, adalah dua hal yang menjadikan segalanya mungkin, meluasnya pandangan hingga membentang sejauh barat dan timur. Membaca sebagai salah caranya, menjadikan tersedianya pemandangan wawasan yang penuh, untuk dapat lebih jauh pada hamparan-hamparan pilihan maupun kesempatan, siap untuk dipilih, diprioritaskan, dan dijalani sebagai peneman perhentian sejenak ini.

Tiap hari esok adalah ketidaktahuan, misteri atas tantangan baru. Yang kemungkinan dari setiap tantangan dalam sebuah peristiwa hasilnya adalah; jika tidak lebih baik, maka akan lebih buruk.

Wawasan akan pengetahuan jika mampu dimiliki, dan bukan sekedar menjadi pemilikan. Maka insan akan memiliki decisions making sense guna menentukan tindakan terbaik atas tiap-tiap situasi kondisi.

Pernah terucap oleh penulis La Tahzan yakni Dr Aidh Al Qarni,

Masa lalu adalah masa lalu, kita hidup di masa kini, sekarang.

Apapun yang telah terjadi di masa lalu, jadikanlah sebagai sejarah yang mengingatkan, mensehati.

Dengan pernyataan itu, bergerak lalu tumbuh adalah pilihan satu-satunya untuk memenuhi   kadar fitrah sebagai khalifah, pengelola atas kata, rasa, hingga menjadi suasana.

Wallohualam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s