Secuil Harap

Harapan. Adalah hal yang berharga, diperlukan oleh setiap insan di bumi ini. Setiap waktu, setiap hembusan nafas, setiap detak jantung. Manusia, masih bisa hidup tanpa makanan, minuman, udara, serta hal lainnya. dalam jangka waktu tertentu. Tapi tidak untuk harapan, meski hanya sekejap tanpa ada harapan untuk hidup maka manusia tak dapat melangsungkan semangat untuk hidupnya agar berlanjut. Tanpa harapan, tak ada aktivitas yang ingin dilakukan, dikerjakan. Entah itu bekerja, belajar, bercerita, atau bahkan sekedar menulis catatan singkat ini. Sebab selalu ada harap yang melandasinya untuk bergerak.

Kadar harapan yang terkadang naik tapi terlebih sering turun, menuntut hari-hari kita untuk mendongkraknya untuk terus naik atau setidaknya tetap sebagai posisi terminimal untuk dapat terus bertumbuh. Dari harapan yang sedikit atau compang-camping inilah yang akan terus menggerakan kita kebanyakan. Pengingat dalam hari-hari penuh lelah.

Harapan. Adalah bentuk yang selalu bertranformasi, menuntut nalar dan akal sehat untuk menghadapi berbagai hal yang kadang tidak sesuai harap. Perwujudan harap haruslah selalu dievaluasi, direvisi, kemudian diantisipasi. Jangan terlalu menjadi obsesi yang berpotensi untuk ditangisi dalam bentuk kecewa.

Mungkin, jangan hanya berharap pada sebuah harapan hingga sangat, kecuali harapan tertinggi kepada Allah. Kemudian selain dari itu, cukup distribusikanlah pengharapan-pengharapan kita berbagai hal, inilah strategi pengharapan agar tak bermuara pada kekecewaan. Lalu, jagalah api dari lilin-lilin pengharapan itu agar tidak lekas mati, hingga bertahan samapi waktu yang cukup lama sampai terbentuk wujud pengharapan tersebut dalam perwujudan nyata.

Demikian pentingnya merencanakan pengharapan, agar setidaknya eksistensi perjuangan dapat bertahan, berkelanjutan dalam estafet bermarathon ini, kini, kelak dan seterusnya. Harapanlah yang membedakan masing-masing orang, hingga dapat mempertahankan hingga mewujudkan dan terus menjaganya.

Tentunya hidup adalah perjuangan, dan harapan adalah modal energi untuk bertahan dan maju dalam persinggahan fana yang demikian menggoda. Perjuangan yang tidak mengenal jeda, hingga rehatpun dalam pemikiran penuh terka, menuntut tiap detik dari keseharian untuk terus maju atau tertinggal dalam peradaban penuh kompetisi.

Waktu sebagai makhluk yang taat dan senantiasa bertasbih dalam bentuk pergerakan yang tetap, tidak mempercepat atau melambat atas dirinya. Melintasi sama kepada tiap insan, tanpa lebih atau kurang, menyerahkan dirinya pada khalifah (pengelola) penghuni bumi apakah dibiarkan atau dikelola. Waktu dan harap, jika dapat berkolaborasi dalam bentuk tindak nyata penuh rencana, apapun dapat dicapai. Berat dan sulit pasti untuk mewujudkan harap, tapi penyesalan akan lebih terasa berat terlebih sulit nantinya di ujung anatomi makhluk bernama waktu.

Apapun hasil akhir dari proses perwujudan harap, teruslah mempertahankan harap. Perjuangkanlah!

Wallohualam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s