Mungkin Sering Kita Lupa

Banyak hal yang mungkin kita sering lupa dalam perjalanan persinggahan ini. Dalam menuntut ilmu salah satunya, kita mungkin lupa merendahkan hati. Kerendahan hati untuk mengosongkan kelebihan merasa tahu atas ketahuan yang kita miliki, meski hanya sedikit. Terkadang, ketahuan yang sedikit itu menhantarkan kita pada kesombongan yang berpotensi sangat besar. Dapat dua kali, tiga kali, sepuluh kali, hingga kelipatan yang tak dapat kita jangkau lagi dengan kebaikan yang ada.

Dalam situasi yang penuh rekayasa hari ini, sarat atas kebohongan dan tipudaya. Obsesi dan ketergesaan memicu kita untuk terus bergerak dengan lupa untuk berhenti sejenak dan memperbaiki harap. Memperbaiki harap sekaligus memperbaiki niat, memperbaharuinya. Setiap saat, ketergesaan dan keterburuan menjadikan harapan berubah bentuk dan proporsinya, terkadang dapat sangat naik, kemudian jatuh bebas tak berbekas. Hilang.

Menjaga kadar cukup sulit di masa ini. Hiruk pikuk atas keramaian yang ada, kesibukan yang menghimpit, terkejar target-target semu. Serta tuntutan yang tak akan ada habisnya atas berbagai hal.

Keinginan untuk bertumbuh tak dapat terbendung lagi. Bersama siapapun kita, dalam situasi apapun. Meski banyak keinginan kita yang akhirnya lebih banyak yang menjadi tidak masuk akal. Menjadi orang lain dalam pertumbuhan itu, hingga ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Retorika latah yang menjadi bentu sebuah harap baru. Menipu.

Hulu kegelisahan yang tak berarti harus ditransformasikan pada bentuk yang menarik, termanfaatkan. Kekhawatiran yang tak berarah harus diambil alih kembali ke pengemudinya, pada diri sendiri. Agar tidak menjadi bencana berkembang berkepanjangan. Kita upayakan lagi pada titik nol keseimbangannya. Dengan harap, dengan usaha.

Kesemuanya itu dapat bertransformasi untuk bergerak, untuk berubah. Jika diri kita menginginkan dan mengusahakan gaya luar pada diri untuk mempengaruhi, untuk menggerakan. Tentunya gaya-gaya luar tersebut dapat berbentuk dalam berbagai hal, tapi ilmu pengetahuan, informasi berguna dan gagasan yang menginpirasi tetap menjadi andalan utama oleh banyak orang. Begitu juga cerita dari pengalaman orang-orang yang telah melalui hal-hal ini. Kemauan belumlah cukup, karena harus diiringi oleh kemantapan, sehingga nanti pandangan yang sempit dan kecil ini dapat berekspansi pada perluasan dan pembesaran pandangan diri. Seperti dunia ini yang turut bersama mengembang.

Sebuah harapan baru ekspansi atas peradaban.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s