Mungkin Sering Kita Lupa

dandelion-2817950_1280
Transformasi adalah sebuah keniscayaan

Banyak hal yang mungkin kita sering lupa dalam perjalanan yang hanya singgah ini. Dalam menuntut ilmu salah satunya, kita mungkin lupa merendahkan hati. Kerendahan hati untuk mengosongkan kelebihan merasa lebih tahu atas apa yang mungkin sesungguhnya mungkin kita tidak tahu.

Terkadang, ilmu yang sedikit itu menghantarkan kita pada bibit kesombongan berpotensi besar menghancurkan, kelak. Bibit yang kita rasa secuil itu, tiba-tiba saja dapat tumbuh dua kali, tiga kali, sepuluh kali, hingga kelipatan yang tak dapat kita jangkau rasa kita.

Dalam hari-hari yang penuh rekayasa, begitu penuh dengan kebohongan dan tipudaya. Obsesi dan ketergesaan memicu kita senantiasa bergerak sampai lupa untuk berhenti sejenak dan memperbaiki harap. Memperbaiki harap sekaligus memperbaiki niat, memperbaharuinya.

Setiap saat, ketergesaan dan keterburuan menjadikan harapan berubah bentuk dan proporsinya, terkadang dapat sangat naik, kemudian jatuh bebas tak berbekas. Tak ada lagi tujuannya, tak tahu apalagi maksudnya. Hilang.

Menjaga kadar, cukup sulit di masa ini. Hiruk pikuk atas keramaian yang ada, kesibukan yang menghimpit, terkejar target-target yang bias. Serta tuntutan demi tuntutan yang seperti tak ada habis-habisnya. Seperti sebuah pepatah, Habis mati tumbuh seribu.

Momentum keinginan untuk bertumbuh harus segera diciptakan. Bersama siapapun kita, dalam situasi apapun kita. Meskipun banyak dari keinginan-keinginan kita yang akhirnya  yang menjadi tidak masuk akal.

Meksipun seperti menjelma menjadi orang lain dalam pertumbuhan itu, hingga ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Retorika latah yang menjadi bentuk sebuah harap baru yang begitu menipu. Tapi kita akan selalu memiliki bentuk, jika kita mau terus jujur seiring perjalanan bertumbuh.

Hulu kegelisahan yang tak berarti harus ditransformasikan pada bentuk yang menarik. Seperti termanfaatkan rasa sajanya. Kekhawatiran yang tak berarah harus diambil alih kembali ke pengemudinya, pada diri sendiri.

Agar tidak menjadi bencana yang berkembang berkepanjangan. Kita upayakan lagi pada titik nol keseimbangannya. Dengan harap, dengan usaha, penuh keyakinan.

Kesemuanya itu dapat bertransformasi untuk bergerak, untuk berubah. Jika diri kita menginginkan dan mengusahakan gaya luar pada diri untuk mempengaruhi, untuk menggerakan. Tentunya gaya-gaya luar tersebut bisa dalam bentuk apa saja, tapi ilmu pengetahuan, informasi yang berguna serta gagasan-gagasan yang menginpirasi tetap menjadi andalan utama oleh banyak orang.

Begitu juga cerita dari pengalaman orang-orang yang telah melalui hal-hal ini. Kemauan belumlah cukup, karena harus diiringi oleh kemantapan, sehingga nanti pandangan yang sempit dan kecil ini dapat berekspansi pada perluasan dan pembesaran pandangan diri. Seperti dunia ini yang juga terus menerus mengembang, bersama.

Lalu, apakah kamu merasa ingin terus LUPA untuk BERKEMBANG?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s